Jumat, 06 April 2018

Siklus dasar akuntansi


4.1 Siklus Akuntansi
            Seluruh transaksi bisnis yang terjadi daalm perusahaan mula – mula akan dianalisis (dalam rangka mengidentifikasi akun) dan dicatat ke dalam jurnal. Seluruh data transaksi ini yang telah tercatat dalam jurnal lalu akan dipindah bukukan (diposting) ke dalam buku besar sesuai dengan klasifikasi masing – masing akun terkait. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan neraca saldo, menganalisis data penyesuaian, menyiapkan ayat jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, laporan keuangan, ayat jurnal penutup, neraca saldo setelah penutupan, dan aayt jurnal pembali. Proses akuntansi yang diawali dengan menganalisis dan menjurnal transaksi, dan yang diakhiri dengan membuat laporan dinamakan sebagai siklus akuntansi (accounting cyle). Produk akhir dari siklus akuntansi ini adalah laporan keuangan.
Tahapan – tahapan dalam siklus akuntansi dapat diurutkan sebagai berikut :
1.      Mula – mula dokumen pendukung transaksi dianalisis dan informasi yang terkandung dalam dokumen tersebut dicatat dalam jurnal.
2.      Lalu data transaksi yang ada dalam jurnal diposting ke buku besar.
3.      Seluruh saldo akhir yang terdapat pada masing – masing buku besar akun “didaftar” (dipindahkan) ke neraca saldo untuk membuktikan kecocokan antara keseluruhan nilai akun yang bersaldo normal debet dengan keseluruhan nilai akun yang bersaldo normal kredit.
4.      Menganalisis data penyesuaian dan membuat ayat jurnal penyesuaian.
5.      Memposting data jurnal penyesuaian ke masing – masing bku besar ke akun yang terkait.
6.      Denggan menggunakan pilihan (optimal) bantuan neraca lajur sebagai kertas (work sheet), neraca saldo setelah penyesuaian (adjusted trial balance) dan laporan keuangan disiapkan.
7.      Membuat ayat jurnal penutup (closing entries).
8.      Memposting data jurnal penutup ke masing – masing buku besar akun yang terkait.
9.      Menyiapkan neraca saldo setelah penutupan (post – closing trial balance).
10.  Membuat ayat jurnal pembalik (reserving entries).
Untuk perusahaan yang telah memiliki sistem komputerisasi akuntansi yaitu sebuah perangkat lunak (software) yang memuat program pemrosesan data dan pelaporan akuntansi, akan secara otomatis memposting jurnal ke buku besar, hingga menghasilkan laporan keuangan dan berbagi laporan lainnya yang dibutuhkan perusahaan.

Rabu, 04 April 2018

urutan dan tujuan dari laporan keuangan berdasarkan proses penyajiannya


1.6 Laporan Keuangan
            Setelah data transaksi dicatat kedalam jurnal dan diposting ke dalam buku besar (ledger), laporan akuntansi disiapkan untuk memberikan informasi yang berguna bagi para pemakai laporan (users), terutama sebagai dasar pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan kelak. Laporan akuntansi ini dinamakan laporan keuangan. Laporan keuangan (financial statements) merupakan produk akhir dari serangkaian prises pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi bisnis. Seorang akuntan diharapkan mampu untuk mengorganisir seluruh data akuntansi hingga mengasilkan laporan keuangan, dan bahkan harus dapat menginterpretasikan serta menganalisis laporan keuangan yang dibuatnya.
            Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunkan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak – pihak yang berkepentingan terhadap posisi keuangan maupun perkembangan perusahaan dibagi menjadi dua, yaitu pihak internal seperti manajemen perusahaan dan karyawan, dan yang kedua adalah pihak eksternal seperti pemegang saham, investor, kreditor, pemerintah, dan masyarakat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan merupakan alat informasi yang menghubungkan perusahaan dengan pihak – pihak yang berkepentingan, yang menunjukan kondisi kesehatan keuangan perusahaan dan kinerja perusahaan.
            Tujuan khusus laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengenai posisi keuangan, hasil usaha dan perubahan lain dalam posisi keuangan. Sedangkan dalam Standar Akuntansi Keuangan dijelaskan tentang tujuan laporan keuangan yang isinya : “Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.”
            Urutan laporan keuangan berdasarkan proses penyajiannya adalah sebagai berikut:
1.      Laporan Laba Rugi (Income Statement) merupakan laporan yang sistematis tentang pendapatan dan beban perusahaan untuk satu periode waktu tertentu. Laporan laba rugi ini akhirnya memuat informasi mengenai hasil usaha perusahaan, yaitu laba / rugi bersih, yang merupakan hasil dari pendapatan dikurangi beban.
2.      Laporan Ekuitas Pemilik (Statement of Owner’s Equity) adalah sebuah laporan yang menyajikan ikhtisar perubahan dalam ekuitas pemilik suatu perusahaan untuk satu periode waktu tertentu (laporan perubahan modal). Ekuitas pemilik akan bertambah dengan adanya investasi (setoran modal) dan laba bersih, sebaliknya ekuitas pemilik akan berkurang dengan adanya prive (penarikan/pengambilan untuk kepentingan pribadi) dan rugi bersih. (catatan : laporan ekuitas yang dibahas dalam buku ini hanyalah laporan ekuitas untuk perusahaan perorangan).
3.      Neraca (Balance Sheet) adalah sebuah laporan yang sistematis tentang posisi aset, kewajiban dan ekuitas perusahaan per tanggal tertentu. Tujuan neraca adalah untuk menggambarkan posisi keuangan perusahaan.
4.      Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows) adalah sebuah laporan yang menggambarkan arus kas masuk dan arus kas keluar secara terperinci dari masing – masing aktivitas, yaitu mulai dari aktivitas operasi, aktivitas investasi, sampai pada aktivitas pendanaan / pembiayaan untuk satu periode waktu tertentu. Laporan arus kas menunjukan besarnya kenaikan / penurunan bersih kas dari seluruh aktivitas selama periode berjalan serta saldo kas yang dimiliki perusahaan sampai dengan akhir periode.
Catatan atas laporan keuangan (notes to the financial statements) merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari komponen laporan keuangan lainnya.

Minggu, 01 April 2018

Persamaan Dasar Akuntansi


1.5 Persamaan Dasar Akuntansi
            Sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan dinamakan aset/ harta/ kekayaan (assets). Aset ini selanjutnya akan digunakan (dimanfaatkan atau dikonsumsi) oleh perusahaan demi lancarnya kegiatan operasional sehari – hari. Contoh dari aset meliputi : uang kas, piutang usaha, persediaan barang dagangan, perlengkapan toko dan kantor, asuransi dan sewa dibayar dimuka, tanah, bangunan, peralatan / perabotan toko  dan kantor, kendaraan operasional, dan aset lainnya.
            Piutang usaha dikatakan aset karena piutang ini nantinya akan dapat “dicairkan” (di convert) dari piutang menjadi uang kas, serbagai hasil dari penagihan penjualan. Piutang usaha mencerminkan hak perushaan untuk menagih kepada Customer / pelanggan demi mendapatkan uang kas. Persediaan barang dagangan merupakan aset karena nantinya akan dijual oleh perusahaan  kepada pelanggan untuk mendapatkan piutang (hak menangih) maupun kas pada akhirnya. Sedangkan untuk perlengkapan toko dan kantor, asuransi, dan sewa dibayar dimuka, tanah, bangunan, peralatan / perabotan toko dan kantor, dan kendaraan operasional dikatakan aset karena mereka memiliki manfaat ekonomi bagi perusahaan untuk dapat digunakan / dikonsumsi selama periode akuntansi.
            Utang (liabilities) merupakan kewajiban perusahaan kepada kreditur (supplier, bankir) dan pihak lainnya (karyawan, pemerintahan). Kreditur dan pihak lainnya (karyawan, pemerintahan). Kreditur dan pihak lainnya disini memiliki hak / klaim atas asset perusahaan. Contohnya :
·         Utang Usaha (Accounting Payable).
Perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar / melunasi utangnya kepada supplier sebagai akibat dari pembelian brang dagangan secara kredit. Dalam hal ini perusahaan selaku pembeli barang dagangan secara kredit harus mentransfer uang kas kepada supplier (penjual), ynag berarti supplier memiliki hak/klaim atas assets si pembeli.
·         Pinjaman Bank (Bank Loans)
Perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar / melunasi utangnya kepada pihak bank (bankir) sebagai akibat dari transaksi peminjaman uang bank. Dalam hal ini perusahaan harus membayar jumlah uang pokok pinjaman berikut bunga. Bunga bank yang masih terhutang (interest payable), yang belum dibayarkan, juga merupakan kewajiban (liabilities) bagi debitur (peminjaman uang).
·         Utang Gaji (Salaries Payable)
Perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar utangnya kepada karyawan atas uang gaji karyawan yang belum dibayarkan, di mana karyawan memiliki hak/klaim atas assets (uang kas) perusahaan.
·         Utang pajak Penghasilan (Income Taxes Payable)
Perusahaan memiliki kewajiban (berdasarkan undang – undang) untuk membayar pajak yang terhutang kepada pemerintah atas penghasilan / keuntungan yang diperoleh perusahaan.

            Ekuitas (equity) merupakan hak pemilik dana atau pemegang saham atas asset perusahaan. Ekuitas untuk perusahaan perorangan dinamakan ekuitas pemilik (owner’s equity) , untuk firma (persekutuan) dinamakan partnership equity, sedangkan untuk perseroan dinamakan ekuitas pemegang saham (stockholders’ equity). Ekuitas atau modal disebut juga sebagai kekayaan bersih (net assets), yang artinya bahwa hak (klaim) pemilik atau pemegang saham atas kekayaan perusahaan diperoleh setelah seluruh kekayaan yang ada dalam perusahaan dikurangi dengan seluruh kekayaan yang ada dalam perusahaan dikurangi dengan seluruh kewajiban perusahaan.
            Hubungan antara kekayaan, kewajiban, dan ekuitas dapat dirumuskan ke dalam sebuah persamaan akuntansi (accounting equition), sebagai berikut :

Assets = Liabilities + Equity

          Rumusan persamaan akuntansi diatas sifatnya baku (mutlak), dimana liabilities harus ditempatkan terlebih dahulu sebelum equity, ini mengandung makna bahwa kreditur memiliki hak yang pertama atas kekayaa perusahaan, setelah itu sisa assets yang masih ada barulah merupakan hak pemilik dana / pemegang saham.

Sabtu, 31 Maret 2018

macam - macam asumsi di dasar akuntansi



1.4  Asumsi Dasar Akuntansi
            Profesi akuntansi telah mengembangkan seperangkat standar yang berlaku umu dan diterima universal. Standar ini dinamakan sebagai prinsip – prinsip akuntansi yang berlaku umum (Generally Accepted Accounting Principle). Standar ini diperlakukan sebagai patokan (pedoman) dalam penyusunan laporan keuangan yang baku. Dengan adanya standar ini, pihak manajemen selaku pengelola dana dan aktivitas perusahaan dapat mencatat, mengikthisarkan, dan melaporkan seluruh hasil kegiatan operasional maupun finansial perusahaan secara baku ( yang secara standar diterima umum) dan transparan. Laporan keuangan yang telah disusun manajemen berdasarkan standar / prinsip akuntansi yang berlaku umum ini merupakan salah satu bentuk dari pertanggung jawaban managemen kepada investor sekalu pemilik dana.
            Dalam prinsip akuntansi yang berlaku umum, terdapat empat asumsi dasar yang melandasi proses penyusunan laporan akuntansi secara keseluruhan. Asumsi dasar tersebut :
·         Monetary Unit Assumption (Asumsi Unit Moneter)

Data transaksi yang akan dilaporkan dalam catatn akuntansi harus dapat dinyatakan dalam satuan mata uang ( unit moneter ) . Asumsi ini memunginkan akuntansi untuk meng – kuanti – fikasi (mengukur)setiap transaksi bisnis / peristiwa ekonomi kedalam nilai uang. Asumsi unit moneter terkait langsung dengan penerapan konsep biaya (cost concept). Konsep biaya digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan keuangan, dimana asset yang dibeli pada umumnya akan dicatat sebesar harga perolehannya (cost) historical cost accounting. Diasumsikan pula bahwa nilai daya beli adalah konstan, sesuai dengan asumsi stable monetary unit .yang ebrarti mengabaikan efek inflasi. Sebagai contoh : sebuah peralatan kantor yang dibeli dengan harga Rp15 juta, maka peralatan kantor yang baru dibeli tersebut dapat dicatat sebesar harga perolehannya, dengan satuan mata uang (unit moneter) dalam rupiah. Contoh data transaksi yang tidak dapat diukur (dinyatakan) dalam satuan uang adalah banyaknya jumlah karyawan, tingkat kepuasan pelanggan, tingkat kepuasan pekerja, jumlah karyawan yang berhenti, dan sebgainya.

·         Economic / Business Entity Assumption (Asumsi Kesatuan Usaha)

Adanya pemisahan pencatatan antara transaksi perusahaan sebagai entitas ekonomi dengan transaksi pemilik sebagai individu dan transaksi entitas ekonomi lainnya. Sebagai contoh : Tn. Alfonso sebagi pemilik bengkel mobil, tidak boleh memperhitungkan biaya pribadinya sebagai beban bengkel. Biaya pribadi di sini misalnya biaya untuk sewa apartemen sebagai tempat tinggalnya ataupun biaya untuk keperluan sekolah anaknya, dan lain – lain. Jadi, yang boleh diperhitungkan sebagai beban bengkel hanyalah pengeluaran – pengeluaran yang memang benar – benar terkait langsung dengan usaha bengkelnya. Demikian pula apabila Tn. Alfonso memiliki dua jenis usaha yang berlainan, misalnya usaha bengkel dan salon, maka harus dipisahkan antara beban pribadi, beban usaha bengekel, dan beban usaha salon.

·         Accounting / Time Period Assumption (Asumsi Kesatuan Usaha)
Informasi akuntansi dibutuhkan atas dasar ketepatan waku (timely basis). Umur aktivitas perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa periode akuntansi, seperti bulanan (monthly), tiga bulanan (quarterly), atau tahunan (annually).
·         Going Concern Assumption (Asumsi Kesinambungan Usaha)
Perusahaan didirikan dengan maksud untuk tidak dilikuidasi (dibubarkan) daalam jangka waktu dekat, akan tetapi perusahaan diharapkan akan tetap terus beroprasi (exist) dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Jika tidak ada asumsi ini, maka berarti tidak akan ada penyusutan atas asset tetap, karena asset tetap yang dibeli tidak akan dicatat sebesar harga perolehannya, melainkan di catat sebesar nilai pada saat perusahaan dilikuidasi. Demikian juga tidak akan juga penggolongan lancar dan tidak lancar atas asset dan kewajiban. Jadi, dalam praktek akuntansi yang berlaku umum, penyusutan atas aset tetap dan penggolongan aset serta kewajiban kedalam lancar dan tidak lancar timbul karena adanya asumsi kesinambungan usaha.

Selasa, 27 Maret 2018

Berbagai macam Pekerjaan Akuntansi


1.3 Bidang pekerjaan akuntansi
            Akuntansi (accounting) berbeda dengan pembukuan (bookkeeping). Pembukuan hanya meliputi aktivitas pencatatan semata, sedangkan akuntansi meliputi seluruh proses pelaporan, mulai dari pengidentifikasian transaksi bisnis, pencatatan, pengkomunikasian (dalam bentuk laporan), sampai pada tahapan analisis dan interpretasi. Jadi,dapat disimpulkan bahwa fungsi pembukuan (pencatatan) merupakan bagian dari seluruh proses akuntansi (pelaporan).
            Akuntansi dibedakan menjadi akuntansi keuangan (financial accounting) dan akuntansi manajerial/manajemen (managerial/management accounting). Financial accounting memberika informasi akuntansi / keuangan bagi kepentingan pemakai External. Managerial / management accounting memberikan informasi akuntansi / keuangan bagi kepentingan pemakai Internal.
            Berbagai macam jenis pekerjaan / profesi yang ada dalam bidang akuntansi adalah :
·         Pemeriksaan Eksternal (External Auditing) :Dilakukan oleh akuntan public / auditor eksternal , yang memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan klien. Dalam opininya, auditor menyatakan apakah laporan keuangan yang diperiksanya bebas atau mengandung salah saji yang material dan apakah laporan keuangan yang sudah disusun sesuai dengan prinsip – prinsip akuntansi yang berlaku umum. Laporan keuangan klien merupakan tanggung jawab manajemen klien, bukan tanggung jawab akuntan publik. Akuntan public tidak memberikan jaminan penuh ( garansi ) tetapi hanya memberikan keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan yang diperiksanya adalah bebas dari salah saji yang material. Pemeriksaan eksternal ini sering dinamakan sebagai public accounting.
·         Akuntansi Umum (General accounting) : Melakukan pencatatan atas transaksi harian dan menyiapkan laporan keuangan.
·         Akuntansi Biaya (Cost Accounting) : Menentukan serta menyiapkan laporan harga pokok produksi. Akuntansi biaya ini lebih mengarah kepada akuntansi untuk perusahaan manufaktur.
·         Sistem Informasi  Akuntansi (Accounting Information System) : Merancang system pemrosesan data akuntansi. Data transaksi (input) diproses sedemikian rupa secara sistem mengahasilkan sebuah informasi (output) yang berguna dalam proses pengambilan keputusan.
·         Akuntansi Pajak ( Tax Accounting ) : Menyiapkan dan melaporkan perhitungan pajak penghasilan serta melakukan perencanaan pajak.
·         Pemeriksaan Intenal ( internal Auditing ) : Auditor internal mengevaluasi efisiensi dan efektifitas kinerja unit / divisi maupu  perusahaan secara keseluruhan serta memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional perusahaan telah “berjalan” sesuai dengan prosedur dan kebijakan yang telah ditetapkan manajemen. Auditor internal tidak memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan dari perusahaan dimana ia bekerja, melainkan hanya memberikan rekomendasi (saran – saran) perbaikan demi peningkatan efisiensi dan efektifitas. Auditor internal tidak memberikan opini, oleh karena posisinya dalam struktur organisasi yang memang tidak independen sebagai karyawan dari perusahaan bersangkutan. External Auditing lebih independen dibanding Internal Auditing, oleh sebab itu pihak luar perusahaan lebih mempercayai opini yang diberikan oleh External Auditor mengenai kewajiban laporan keuangan.

pengguna informasi akuntansi


1.2  Para Pengguna Informasi Akuntansi

            Secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai sebuah system informasi yang memberikan laporan kepada para pengguna informasi akuntansi atau kepada pihak – pihak yang memiliki kepentingan (stakeholders) terhadap hasil kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Akuntansi juga sering dianggap sebagai bahasa bisnis, dimana informasi bisnis dikomunikasikan kepada stakeholders melalui laporan akuntansi. Mula – mula sebuah transaksi bisnis akan diidentifikasikan kepada ( dianalisis), dicatat, dan barulah dilporkan lewat laporan akuntansi yang  merupakan media komunikasi informasi akuntansi. Transaksi bisnis disini dapat diartikan sebagai suatu kejadian atau peristiwa ekonomi yang mempengaruhi perubahan posisi keuangan perusahaan.

Informasi akuntansi yang dibutuhkan oleh para pengguna laporan keuangan sangat berbeda – beda ( bervariasi ) tergntung pada jenis keputusan yang hendak diambil. Para pengguna informasi akuntansi ini dikelompokkan kedalam dua kategori, yaitu pemakai Internal (internal users) dan pemakai External (external users) .

Yang termasuk kedalam kategori pemakai Internal, antara lain :
·         Direktur dan Manager Keuangan
Untuk menentukan mampu tidaknya perusahaan dalam melunasi utangnya secara tepat waktu kepada kreditur (bankir, supplier), maka mereka membutuhkan informasi akuntansi mengenai besarnya uang kas yang tersedia di perusahaan pada saat menjelang jatuh temponya pinjaman / utang.
·         Direktur Operasional dan Manager Pemasaran
Untuk menentukan efektif tidaknya saluran distribusi produk maupun aktivitas pemasaran yang telah dilakukan perusahaan, maka mereka membutuhkan informasi akuntansi mengenai besarnya penjualan (tren penjualan).
·         Manager dan Supervisor Produksi
Mereka membutuhkan informasi akuntansi biaya untuk menentukan besarnya harga pokok produksi, yang pada akhirnya juga sebagi dasar untuk menetapkan harga jual produk perunit.
                                            
Sedangkan yang termasuk dalam kategori pemakai external, antara lain :

·         Investor (penanaman modal) , menggunakan informasi akuntansi investee ( penerima modal ) untuk mengambil keputusan dalam hal membeli atau melepas saham investasinya. Dalam hal ini, investor perlu secara cermat dan hati – hati dalam menanggapi setiap perkembangan kondisi kesehatan keuangan investee . Investor sebagai pihak luar dari investee dapat menilai prospek terhadap dana yang akan ( telah ) diinvestasikannya lewat laporan keuangan investee, apakah menguntungkan ( profitable ) atau tidak.
·         Kreditur , seperti supplier dan banker, menggunakan informasi akuntansi debitur untuk mengevaluasi besarnya tingkat resiko dari pemberian kredit atau pinjaman uang. Dalam hal ini, kreditur dapat memperkecil resiko dengan cara mencari tahu seberapa besar tingkat bonafiditas dan likuiditas debitur lewat laporan keuangan debitur bersangkutan.
·         Pemerintah , berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan ( wajib pajak ) dalam hal peritungan dan penetapan besarnya pajak penghasilan yang harus disetor ke kas negara.
·         Badan pengawas pasar modal , mewajibkan public corporation (emiten) untuk melampirkan laporan keuangan secara rutin kepada BAPEPAM. Dalam hal ini, pihak BAPEPAM sangat berkepentingan terhadap kinerja keuangan eminten dengan tujuan untuk melindungi para investor.
·         Ekonom, Praktisi, dan Analisis , menggunakan informasi akuntansi untuk memprediksi situasi perekonomian, menentukan besarnya tingkat inflasi, pertumbuhan pendapatan nasional, dan lain sebagainya. 

Minggu, 25 Maret 2018

jenis perusahaan dan bentuk organisasi akuntansi

A. PERUSAHAAN DAN AKUNTANSI
1.1  Jenis perusahaan dan Bentuk Organisasi
                Perusahaan aadalah sebuah organisasi yang beroprasi dengan tujuan mengahsilkan keuntungan , dengan cara menjual produk ( barang dan atau jasa ) kepada para pelanggannya.  Tujuan operasional dari sebagaian besar perusahaan adalah untuk memaksimalkan profit. Di samping itu juga jenis perusahaan yang memang dalam kegiatan usahanya lebih diprioritaskan pada pelayanan secara maksimal kepada masyarakat, jenis organisasi ini dinamakan organisasi nir-laba (non profit). Contoh organisasi nir – laba adalah yayasan (rumah sakit, sekolah , perguruan tinggi ) dan badan atau instansi pemerintah.
Ditinjau dari jenis usahanya (produk yang dijual), perusahaan dibedakan menjadi :
§  Perusahaan Manufaktur ( Manufacturing Business)
Perusahaan jenis ini terlebih dahulu mengubah input atau bahan mentah ( raw material ) menjadi output atau barang jadi ( finished goods/final goods) , baru kemudian dijual kepada para pelanggan ( distributor ).
                Contoh perusahaan manufaktur diantaranya : perusahaan perakit mobil , komputer , perusahaan pembuat ( pabrik ) obat , tas , sepatu , pabrik penghasil keramik, dan sebagainya.
§  Perusahaan dagang (Merchandising Business)
Perusahaan ini menjual produk (barang jadi), akan tetapi perusahaan tidak membuat/menghasilkan sendiri produk yang akan dijualnya melainkan memperolehnya dari perusahaan lain.
                Contoh perusahaan dagang, diantaranya : Indomaret, Alfamart, Carrefour, Gramedia, dan sebagainya.
§  Perusahaan jasa (Service Business)
Perusaahanini tidak menjual barang tetapi menjual jasa kepada pelanggan. Contoh perusahaan jasa, diantaranya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan transportasi ( jasa angkut), pelayanan kesehatan (rumah sakit), jasa konsultan, telekomunikasi, dan sebagainya.
§  Perusahaan perorangan (proprietorship)
Perusahaan perorangan merupakan bentuk perusahaan yang paling sederhana. Perusahaan ini dimiliki oleh satu orang, sehingga apabila perusahaan memperoleh keuntungan atau kerugian (profit or loss) maka seluruh keuntungan akan dinikmati oleh pemilik tunggal. Pemilik perusahaan bertanggung jawab secara pribadi atas seluruh kewajiban maupun tuntutan hukum yang ditunjukan kepada perusahaan, dengan kata lain apabila perusahaan bangkrut maka para kreditur berhak untuk menyita kekayaan (assets) pribadi pemilik tunggal perusahaan. Dalam melakukan pengambilan keputusan bisnis, seluruhnya berada di dalam kendali satu orang. Kelemahan dari bentuk perusahaan perorangan ini adalah bahwa sumber dana / keuangan yang tersedia bagi perusahaan hanya sebatas pada jumlah modal yang dimiliki oleh satu orang.
                Untuk tujuan pajak penghasilan, dalam perusahaan perorangan berlaku ketentuan non-taxable entity, yang artinya bahwa penghasilan yang diperoleh perusahaan akan dikenakkan pajak hanya pada level individu, bukan pada entitas / perusahaan. Hal ini berarti bahwa tidak akan ada pajak atas badan (entitas), melainkan pajak atas nama pribadi.
§  Perusahaan persekutuan (Partnership)
Perusahaan ini dimiliki oleh dua orang atau lebih, yang dibentuk atas dasar kepercayaan. Dalam partnership, keahlian yang dimiliki oleh salah seorang anggota sekutu dapat dikombinasikan dengan sumber daya (modal) yang dimiliki oleh anggota sekutu lainnya. Sebagai contohnya : misalnya Tn.X memiliki keahlian dalam reparasi mesin bubut, tetpi tidak memiliki modal untuk membuka bengkel, kemudian bergabung dengan Tn.Y sebagai pemilik modal , membentuk sebuah firma (perusahaan dan persekutuan). Net Income meupun Net loss  yang timbul akan didistribusikan diantara para sekutu (partner) menurut kesepakatan bersama.
Masing – masing anggota sekutu memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas (unlimited liability) kepada kreditur atas seluruh utang / kewajiban yang ditimbulkan oleh perusahaan. Karakteristik lainnya dari perusahaan persekutuan adalah mutual agency , yang artinya bahwa setiap anggota sekutu adalah wakil atau perantara perusahaan, dimana tindakan dari masing – masing sekutu ini akan mengikat perusahaan secara keseluruhan dan menjadi kewajiban bagi seluruh anggota sekutu. Aset yang diinvestasikan atau disetor kedalam perusahaan oleh masing - masing anggota sekutu dan menjadi milik bersama (join assets) bagi seluruh anggota sekutu yang ada. Nantinya, ketika firma dibubarkan, klaim dari masing – masing anggota sekutu terhadap kekayaan perusahaan akan diukur berdasarkan pada jumlah saldo modal masing – masing anggota sekutu terhadap kekayaan perusahaan akan diukur berdasarkan pada jumlah saldo modal masing – masing.
Partnership sama halnya dengan proprietorship , yaitu sebuah non – taxable entity  dimana perusahaan/entitas tidak dikenakan pajak. Pajak hanya akan dikenakan pada level individu, yaitu pada masing – masing anggota sekutu yang menerima bagian atas laba perusahaan. Partnership memiliki umur yang terbatas (limited life), artinya bahwa perusahaan dapat dibubarkan apabila ada seorang anggota sekutu yang menggundurkan diri dan lalu jika kegiataan bisnisnya masih ingin dilanjutkan , maka partnership yang baru dapat dibentuk kembali dengan membuat perjanjian/kesepakatan firma yang baru (kesepakatan mengenai perbandingan jumlah modal yang baru, rasio pembagian laba/rugi yang baru).
§  Perusahaan perseroan (Corporation)
Kepemilikan persero terbagi kedalam lembar saham. Modal perusahaan diperoleh dari hasil penjualan saham kepada para pemegang saham (stockholders), yang dinamakan sebagai modal saham ( capital stock ) atau modal disetor (paid – in capital). Keunggulan utama dari bentuk persero adalah dalam hal potensi atau kemampuan perusahaan untuk meningkatkan / mendapatkan sejumlah besar dana atau sumber daya ekonomi dengan cara menerbitkan dan menjual saham. Dalam persero berlaku ketentuan limited liability , artinya bahwa kewajiban pemegang saham kepada kreditur perusahaan hanya sebatas pada besarnya investasi atau jumlah saham yang dibeli / dimiliki.
                Persero yang sahamnya diperdagangkan secara luas kepada public bursa efek (pasar modal) dinamakan public corporation , sedangkan persero yang sahamnya tidak diperdagangkan kepada public melainkan hanya kepada sekelompok kecil dinamakan non public (private) corporation. Persero memiliki umur yang tidak terbatas ( sesuai dengan asumsi kesinambungan usaha / going concern ) , artinya bahwa perseroan tidak akan berhenti beroprasi (dibubarkan) dengan adanya pengunduran diri dari salah seorang investor yang melepas kepemilikan sahamnya dari perseroan.
                Persero tidak seperti halnya proprietorship dan partnership , yaitu sebuah taxable entity dimana pajak dikenakan baik pada tingkat indivdu (pajak atas deviden yang diterima investor) maupun juga atas penghasilan (laba) perusahaan. Kelemahan bentuk persero ini dalam kaitannya dengan pajak adalah cenderung mengarah pada timbulnya pajak berganda (double tax), yang dimana laba perusahaan yang telah dikenakan pajak akan dipajakkan kembali pada waktu sebgaian dari laba ini didistribusikan kepada para investor dalam bentuk deviden tunai. Jika kita perhatikan, deviden yang dikenakan pajak adalah berasal dari laba perusahaan yang telah dikenakan pajak terlebih dahulu, sebelum pada akhirnya sebagian dari laba tersebut didistribusikan kepada para pemegang saham. Dalam persero, ketentuan pajak berganda ini timbul mengingat terdapatnya dua pihak yang saling terpisah satu sama lain yang dianggap turut menikmati laba, yaitu perusahaan selaku badan hukum dan para investornya selaku individu